0
You say jihadi, I say extremist

posted on June 16th, 2008 by Jaisy01 in Artikel Islam

By Zahed Amanullah

Since September 11, 2001, the war against terrorism has been waged on two fronts - a military one in Iraq and Afghanistan (look, more terrorists!), and a semantic one between governments, extremists, mainstream Muslims, and the media. The use of language on all sides simultaneously confuses, enlightens, and motivates foot soldiers in the battle. Control of the use of language - particularly the definitions that stick - can either be the key to influencing scores of people or an inconsequential exercise in vanity. In this “war on terror,” it seems that people are as fixated with the terminology as they are with the tactics.

Bush administration officials, while taking care to emphasize that mainstream Muslims do not subscribe to terror, have tended to use terminology that emphasizes religious (as opposed to political) motivations for terrorists. However, mainstream Muslims and other administration critics have countered that this policy empowers those who feel that Islam sanctions violence while dismissing the vast majority of Muslims whose practice of their faith is entirely peaceful. This tug-of-war has gone on ever since. More »

0
Islam - A Historical Perspective

posted on May 27th, 2008 by Jaisy01 in Artikel Islam

by Syed Abul Ala Maududi

Islam began when man’s career on earth began—more precisely at the time of man’s creation and his descent. Allah created Adam and Eve and enjoined them to worship Him and live a life of obedience to the Divine Will.

Allah is the Creator and Sustainer of the Universe and of human beings. Man must turn to Him for sustenance and guidance. The very word Islam means obedience to God. In this respect, Islam is man’s natural religion—the only natural course is for man to look towards Him for guidance.

The day Adam and Eve were sent down to live on earth, Allah told them that they were His servants and He was their Master and Creator. He told them and mankind that the best course was for them to follow His guidance, to obey His orders and to refrain from what He had forbidden. God said to them that He would be pleased if they obeyed Him and in turn He would reward them. If, however, they did not heed His commands, He would be displeased and would punish them. This was the simple beginning of Islam.

Adam and Eve invited their children to follow the Islamic way of life. They and their children and their later generations followed the teachings of Islam as propounded by Prophet Adam (peace be upon him) for quite a long period of time. It was only later on that certain people began disobeying Allah. Some of them began worshipping other gods of their own making, some of them regarded themselves as gods, while a few others even declared their freedom to do as they pleased–defying God’s orders. This is how kufr (disbelief) came into being. Its essence lies in refusal to worship God–pursuing the path of defiance to the Creator.


More »

1
Awas Penyusup Berkedok Muallaf

posted on April 23rd, 2008 by Jaisy01 in Kristenisasi

Satu lagi penyusup Kristen ditangkap di Kalimantan Timur. 14 lainnya masih berkeliaran selain cari duit dari umat Islam, mereka juga memiliki misi politik. Nama lelaki itu Stevanus Armansyah, versi Muslimnya Muhammad Armansyah. Ia berasal dari Sidoarjo, Jawa Timur, namun peringkusannya terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur. Terkuaknya misi lelaki 34 tahun ini berawal dari sebuah pesan pendek (SMS) yang masuk ponsel Yusian, Ketua Forum Arimatea Samarinda. Isinya “Hati-hati dengan penipuan berkedok muallaf bernama Armansya. Merugikan di beberapa kota.” Angka yang disebutkan cukup fantastis untuk ukuran individu. Di kabupaten Tarakan disebutkan, Armansya berhasil menipu orang sebesar 4,5 juta rupiah,, di Bontang lebih dari lima juta, dan di Bulungan 2,5 juta. Bahkan ia berhasil menilep fulus Ketua MUI Kaltim sebesar lima juta rupiah. “Ini penyusup! Mau nggak kita kerjain?” demikian tanggapan anggota Tim Investigasi Arimatea Pusat, Yudi, bukan nama sebenarnya. Ia yakin dengan prediksinya, sebab ia pernah menangkap punyusup yang berkedok sebagai muallaf. Gabriel, ditangkap setahun lalu di Markas Front Pembela Islam (FPI) di Jakarta. Gayung bersambut, jarring jebakan disiapkan. Yudi berinisiatif mengundanng Armansya sebagai pembicara pada acara dadakan di Kantor Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Samarinda, Jum’at, (14/12). Berkoordinasi dengan pengurus HMI, ia mengundang ormas-ormas Islam di Samarinda, antara lain FPI, HMI dan Arimatea Samarinda. Yudi memasang target, “85 persen saya yakin berhasil, jebakan akan berhasil.” Episode selanjutnya, Yudi menghubungi Armansya. Dari seberang telepon,
More »

3
Pemerintah menurunkan tarif internet

posted on April 21st, 2008 by Jaisy01 in Artikel umum

Kabar gembira bagi kita, para netter Indonesia. Setelah pemerintah menurunkan tarif telephon. Kini pemerintah akan menurunkan juga biaya koneksi internet. Sebuah terobosan besar yang dilakukan oleh pemerintah! Ketika dulu internet sangat mahal, kini pemerintah akan menurunkan biaya internet 47% sampai 80%. Maksud pemerintah untuk menurunkan tarif internet ini adalah agar rakyat Indonesia tidak ketinggalan dalam teknologi informasi. Karena internet telah menjadi bagian yang tak teralakkan kini.

Sarana teknologi yang informative dan sangat cepat ini, merupakan peluang besar untuk dibidik sebagai sarana yang dapat memudahkan rakyat Indonesia. Pengguna internet di Indonesia ini sekitar kurang lebih 2 juta’an. Dan sangat jauh sekali dengan negara Cina yang sampai melampaui 200 juta.

Dengan menurunkan tarif internet ini, rakyat Indonesia dapat memanfaatkan teknologi internet dengan sebaik-baiknya. Yah, semoga internet dijadikan tempat yang dapat membuat kreatifitas rakyat Indonesia semakin meningkat. Namun jangan sampai menyalahgunakan internet. yah “mentang-mentang” internet murah, akhirnya dibuat “deface” website or blog-blognya orang. Apalagi “deface” blognya pemerintah. Waduh, jangan. Please jangan, karena nanti kalau pemerintah ngambek bisa dinaikkan kembali tuh tarifnya.

Tetapi untuk yang sudah bersiap-siap menerima internet murah, bersabarlah! Karena pemerintah baru bisa menurunkan 3 bulan dari bulan ini. Karena kontrak dalam penyewaan kabelnya masih akan berakhir 3 bulan kedepan!

Berita ini dari Liputan6

0
Antara konde, kebaya dan Kartini

posted on April 21st, 2008 by Jaisy01 in Artikel umum

Hari Kartini, hari seorang wanita yang lantang dalam memperjuangkan harkat seorang wanita dari ketertindasan yang telah menjadi hegemoni masyarakat jawa pada saat itu. Kartini adalah seorang wanita yang berusaha untuk memecah tradisi dengan kebangkitan dari keterpurukan para wanita Jawa. Tetapi Kartini juga adalah seorang wanita yang patuh dan taat terhadap perintah orang tua dan suaminya. Itulah sosok wanita besar yang bernama Kartini.

Di hari Kartini, setiap tahun dirayakan. Antara konde dan kebaya adalah pilihan sebagai pakaian seorang Kartini. Padahal esensi dari perjuangan seorang Kartini bukan terletak di konde dan kebayanya. Namun pada tingkat polah pikir dalam mengatasi masalah kewanitaan. Kartini merupakan sosok besar yang harus dipertahankan realitas dari watak seorang wanita di Indonesia. Perasaan lembut, patuh, berkasih sayang serta menjadi panutan bagi wanita-wanita yang lain.

Ada kesan setiap hari Kartini, semua media menciptakan sebuah ilustrasi-ilustrasi sendiri tentang sosok Kartini ini. Tapi satu yang tidak dapat dielakkan adalah, Kartini merupakan sosok seorang wanita yang mampu menjadi pelopor pembaruan tradisi yang tidak memihak keadilan dalam penyesuaian antara wanita dan laki-laki. Tetapi Kartini bukan seorang Feminimisme, yang dengan seenaknya mengenyahkan campur-tangan seorang wanita. Bukan, Kartini bukan wanita seperti itu!

Kartini adalah wanita yang mampu mempertahankan keutuhan keluarganya, tetapi Kartini juga mampu menjadikan wanita lain mendapatkan kesetaraan dalam menerima ilmu pengetahuan yang pada dasarnya setiap manusia boleh memperolehnya. Kartini bukanlah wanita yang congkak, yang menyatakan bahwa dirinya adalah individu sejati seorang wanita tanpa keberpihakan seorang pria. Bukan, bahkan suami Kartini yang notabenenya adalah seorang pembesar, menyatakan sangat beruntung dengan menjadikan Kartini sebagai istri ke tiganya. Kartini merupakan sosok yang bisa menjadi panutan bagi setiap wanita di jamannya. Rasa keibuan, tanggung-jawab, menyayangi keluarga serta menjadi wanita yang mampu memberikan kontribusi kepada wanita yang lain. Merupakan salah satu cirri wanita yang sangat mengagumkan.

Namun dijaman sekarang, emansipasi yang dikatakan wanita dengan merujuk Kartini menjadi terlihat menyimpang. Wanita yang bekerja (berkarier) dengan melupakan keluarga terutama anak-anaknya, hingga terbangkalai merupakan penyimpangan besar yang sangat dibenci oleh Kartini. Kesetaraan “gender” yang kebablasan, hingga merasa bangga dengan sosok kewanitaannya, adalah sebuah hal yang sangat dihindari oleh Kartini. Mereka mengatakan “Kami adalah Kartini-Kartini masa kini” padahal Kartini sendiri sangat tidak menyetujui apa yang sedang mereka lakukan!

Kartini adalah sosok wanita yang ideal, bagaikan sosok Khadijah yang selalu mengayomi. Mempunyai kemerdekaan dalam berfikir, namun menghindari kebablasan dalam berfikir. Kartini adalah sosok ibu, yang dapat menyayangi anak-anaknya dengan baik. Tidaklah seorang wanita berhasil karena dia menduduki jabatan disebuah perusahaan ataupun ditempat kerja yang lain. Tetapi menurut Kartini, wanita adalah sosok yang dapat menjadi penerang ketika cahaya suami dan anak-anaknya meredup. Menjadi penyejuk jiwa bagi keluarganya. Yah, inilah sosok Kartini yang sesungguhnya. Yang sangat bijak dalam memahami segala sesuatu yang ada. Yang sangat mahir dalam memberdayakan manusia lainnya. Bukan pembuat bingung wanita-wanita yang lain dengan hasil pikiran yang kebablasan. Inilah sosok Kartini!

0
Mereka Sombong atau Sok!?

posted on April 21st, 2008 by Jaisy01 in Artikel umum

Selintas ketika saya dan istri sedang membaca koran. Entah kok istri saya berkata “mereka itu kok sombong sekali sih?” saya sedikit bingung dengan ucapan istri saya. “Maksud Ummi apa?” Tanya saya. Istri saya mengatakan “Iniloh Bi, kok Soetrisno Bachir menyatakan PKS bukan apa-apa!” setelah saya membaca berita tersebut, saya tersenyum. “Entahlah Mi, mereka sombong atau sok!?” ucap saya kepada istri. Setelah itu kami sedikit ngobrol masalah ini.

Mulai dari Pak Amien Rais, ketika didukung oleh PKS dan kalah dalam Pipres 2004 yang lalu. Pernyataan Pak Amien Rais langsung menggaung. Bahwa PKS tidak maksimal mendukungnya, bahwa PKS mendukung calon lain selain dirinya. Sampai-sampai fitnah-fitnah tentang PKS merebut aset-aset Muhammadiyah. Padahal jelas loh, kalau memang ada kader PKS merebut aset-aset Muhammadiyah, kader tersebut bisa dilaporkan ke DPP PKS. Dan Ustad Tifatul sendiri sudah menyatakan, jika ada kader PKS merebut aset-aset ormas manapun, silakan dilaporkan ke DPP PKS, atau kalau mau langsung bisa di perkarakan di pengadilan.

Tetapi buktinya sampai sekarang juga nggak ada ormas manapun yang melapor ke DPP PKS ataupun memperkarakan di pengadilan. Jadi jelas ini fitnah! Jika Pak Amien Rais menyebutkan langsung “PKS” saat ceramah di Banyuwangi pasti langsung ditabayunin oleh pembesar-pembesar PKS. Cuman sayang, Pak Amien sendiri hanya menyebut “Partai Dakwah” jadi mungkin Pak Amien takut juga yah kalau seandainya di somasi. Tetapi sebenarnya Pak Amien nggak usah takut, karena PKS sendiri tidak akan memperkarakan secara hukum seorang Saudara Islam. Jika memang tidak benar-benar kebablasan!

Nah, setelah itu Pak Soetrisno Bachir menyatakan PKS bukan apa-apa! Tapi sebenarnya saya lebih tertarik membaca artikelnya Dahlan Iskan (owner Jawa pos) yang menyatakan “Bukan orang yang berakal sehat jika PKS bukan musuh utama semua partai”. Tulisan artikel Dahlan Iskan lebih membuat akal sehat saya terbuka sehingga menulis “Musuh itu bernama PKS!”

Dari pernyataan Pak Soetrisno Bachir ini lucu. Jika benar-benar Dede Yusuf itu yang menjadi pablik figurnya, lalu kenapa dahulu Soetrisno Bachir menyatakan “Dede Yusuf hanya mendongkrak suara saja” jadi benar-benar lucu. Plin-plan kalau membuat keputusan. Jika dulu Pak Amien Rais “ngambek” dengan PKS, maka sekarang Pak Seoetrisno Bachir “sok” merasa besar ketimbang PKS. Kalau jumlah dewannya PKS memang kalah dengan PAN, tapi Jumlah suaranya masih banyakan PKS loh! Dan lihat bagaimana Kader PAN tidak seluruhnya mendukung Dede Yusuf untuk menjadi seorang Bacawagub. Stutment-stutment miring di tujukan kepada Dede Yusuf. Bahkan Kader PAN juga ada yang memilih membela calon lain ketimbang pilihan Ketuanya sendiri. Padahal sangat lucu sekali, jika sebuah Partai yang dipimpin tersebut saling mempunyai jalan sendiri-sendiri. Jelas sekali, arah kedepannya pasti kacau!

Kami ini keluarga Muhammadiyah, saya sendiri dulu tergabung di Tapak Suci. Nah kalau ada kampanye, Tapak Suci diturunkan untuk menjadi BM (Barisan Muda) PAN atau Hisbullah dari PBB. Dan selama di Tapak Suci, saya belum pernah mendengar anak-anak Tapak Suci diterjunkan untuk menjadi Kepanduan dari PKS. Nah ini yang memanfaatkan aset ormas sebenarnya siapa yah?

Saya sendiri sangat menyayangkan pihak Muhammadiyah, hingga melarang kader-kadernya untuk terjun di “partai dakwah”. Hingga berbagai ancaman dilontarkan, bahkan salah satu guru saya tidak di gaji karena pernah mencalonkan diri menjadi Caleg dari PKS. Bahkan orang yang kami anggap Ustad, harus menutup pintunya ketika kami mau bersilahturahim. Karena takut ketahuan kader PKS datang kerumahnya. Masya Allah! Tapi sebenarnya masih banyak juga kok kader PKS yang tetap berada di Muhammadiyah. Bahkan ada seorang dokter dari RS Muhammadiyah pernah menyatakan pada saya “Sebenarnya kami dokter-dokter pernah di Briefing langsung oleh pusat Muhammadiyah. Untuk berhati-hati dan mewaspadai virus tarbiyah. Padahal semua dokter yang ada disitu sudah positive terjangkit virus Tarbiyah semua!”

Namun saya masih tetap menganggap Muhammadiyah adalah rumah yang plural, yang dapat menampung semua partai. Walaupun memang ada orang-orang Muhammadiyah yang kurang dewasa mensingkapi pluralitas ini. Dan ngaji saya tetap lebih sering di Muhammadiyah, walaupun kadang juga sering di Hizb”Salafi”. Karena saya menganggap umat Islam itu bersaudara, tidak terkotak-kotakkan karena Tandzhim ataupun organisasi dan partai. Umat Islam harus bersatu, walaupun ada beberapa umat Islam yang merasa bangga dengan dirinya sendiri maupun partai dan organisasinya. Wallahu’alam.

Tulisan yang berhubungan dengan ini juga ada disini

0
Musuh itu bernama PKS!

posted on April 17th, 2008 by Jaisy01 in Artikel Islam, Artikel umum

Menang
Kemenangan PKS atas calon-calon yang diusung merupakan sebuah keberhasilan dari partai dakwah tersebut. Tidak bisa kita nafikkan, antara realitas mulai dari Jakarta, Jabar hingga Sumut. PKS memperoleh suara yang besar! Walaupun di Jakarta calon dari Pilgub PKS tidak menjadikan calon Gubernur menjadi Gubernur. Tetapi paling tidak PKS telah mengantongi kurang lebih 40% hasil suara dari seluruh masyarakat Jakarta.

Ketika jalan dakwah mulai mendaki dijalan yang terjal dan berpeluang jatuh kedalam jurang yang curam. Tetapi dakwah tidak boleh takut hanya karena akan jatuh. Tetapi dakwah ini akan terus berkembang, melampaui batas akhir yang akan ditentukan oleh Allah.

Sudah saya tulis dalam artikel yang lalu (Baca disini). Bahwa ini bukan pertarungan kalah dan menang. Tetapi ini pertarungan menuju realitas dalam menagakkan keadilan dan kesejahteraan. Semua ini adalah tuntutan dalam dakwah untuk menjadi lebih bergema lagi. Lokomotif-lokomotif dakwah dalam partai adalah keniscayaan dalam meraih sebuah kejayaan. Kita tidak lagi bermimpi tentang kejayaan, tetapi kita kini mewujudkan mimpi-mimpi itu. Kejayaan Islam tidak hanya menjadi slogan, atau hanya berada pada resistensi suatu golongan. Tetapi kejayaan Islam merupakan lambang dari utuhnya umat muslim dalam bergerak dalam rombongan dakwah. Dakwah tidak bisa diusung dengan segolongan jamaah saja, dakwah harus diusung dari segala elemen jamaah-jamaah umat Islam. Tetapi, jamaah-jamaah itu adalah jamaah yang teratur dan konsisten dalam berjuang. Karena kalau tidak, maka jamaah-jamaah itu hanya bagaikan buih!

More »

0
Slank Batal di Gugat DPR

posted on April 9th, 2008 by Jaisy01 in Artikel umum

Wah, ini yang lucu. Ternyata beberapa anggota DPR cuma gertak sambal aja yah! Entahlah, mungkin mereka ingin cari populerisasi agar bisa ngetop kayak Slank! Mungkin aja kali yah? Buktinya Slank batal di gugat oleh DPR (Indopos). Dari lirik lagu Slank memang sih agak nggak sopan, mungkin kedepan Slank bisa memperbaiki lirik lagu yang agak “gimana gitu”. Kalau didengar anak-anak juga nggak baik sih.

Tapi rencana pembatalan menggugat Slank oleh DPR merupakan langkah yang tepat. Karena semua karya dari para seniman musik kita hanya aspirasi dari ketidak harmonisan DPR dalam pengambilan keputusan. Sampai-sampai lihat aja ada anggota DPR yang ketangkep semalam, gara-gara diduga korupsi. Yah emang nggak tanggung-tanggung sampai 4 miliar (Indopos). Walah jumlah 4 miliar kalau dibelikan kerupuk dan di sejajarkan satu persatu insya Allah bisa jadi antara Surabaya sampai Jakarta tuh! Hehehehe. Al Amin, aduh namanya! Beliau salah satu dari Punggawa Partai Persatuan yang notabene kadernya banyak yang Muslim. Masa kayak gitu, Islam jadi sangat tercoreng sekali! Tidak hanya film Fitna yang benar-benar jadi Fitnah, tetapi korupsi yang diduga Al Amin ini bisa juga jadi sumber Fitnah untuk umat Islam.
More »

0
Istri Tukang becak melahirkan 21 orang anak

posted on April 9th, 2008 by Jaisy01 in Artikel umum

Subhanallah, itulah ungkapan tiada tara yang harus kita ucapkan. Bagaimana tidak, seorang ibu melahirkan anak sampai 21 orang (riaupos). “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah”, dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata”

Takut anak banyak, karena takut nanti tidak bisa memberika nafkah kepada mereka semua. Sungguh, ibu Halimah telah menjadikan firman Allah benar-benar nyata untuk ukuran istri seorang tukang becak. Apakah kita tahu, siapa yang memberi rezeki anak-anak ibu Halimah? Jangan bilang Bapak Mas’ud (suami Ibu Halimah) yang memberikan nafkah dengan sekedar mengendalikan becaknya! Tetapi sungguh semua itu karena Allah. Sesungguhnya “Makanan itu dari sisi Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.”
More »

0
Suami, jadi kucing garong di Internet

posted on April 9th, 2008 by Jaisy01 in Artikel umum

Internet menjadi sesuatu yang memudahkan kita melakukan segala hal. Browsing untuk mencari sesuatu yang kita butuhkan, atau mungkin chatting untuk dapat menambah teman yang banyak. Namun internet juga sangat bisa dibuat untuk hal-hal negative yang lainnya. Mulai hal yang porno, sampai tentang perselingkuhan. Wah, ini memang luar biasa bukan? Selingkuh di internet yang dilakukan suami maupun istri sering sekali terjadi. More »